Laporkan Masalah

PEMANFAATAN CITRA PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK ZONASI KERENTANAN BANJIR DI DAS KALIKEMUNING KABUPATEN SAMPANG, MADURA

AHMAD GHOZALI, Dr. Sudaryatno, M.Si

2016 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUH

Banjir merupakan bukan sesuatu hal yang asing atau aneh bagi warga Indonesia. Banjir merupakan fenomena alam yang sangat sering terjadi di Indonesia. Peningkatan intensitas kejadian banjir ini bukan hanya terjadi di daerah yang sering terkena banjir saja melainkan sudah meluas ke daerah disekitarnya. Kali Kemuning yang mengalami pendangkalan ditambah imbas dari pasang air laut menyebabkan banjir yang hampir selalu datang setiap tahun menimbulkan kerugian. Ketersediaan data dan informasi yang diimbangi dengan pengolahan data menjadi informasi wilayah dapat dilakukan dengan sistem informasi geografis (SIG). Aplikasi SIG digunakan untuk menyederhanakan suatu gejala, masalah atau fenomena yang dikaji, sehingga melalui penyederhanaan itu semua komponen yang dipandang terlibat beserta hubungan diantara mereka jelas telihat dan dapat dianalisis untuk memberikan pemecahan masalah (Coucleus, 2003). Di Kecamatan Sampang Madura Jawwa Timur khusunya di DAS Kemuning diperoleh 5 klas kerentanan banjir, yaitu mulai dari sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, sangat tinggi.Dapat dilihat dari peta kerentanan banjir dalam persebarannya.Sebagian besar yang sering banjir di daerah hilir, yaitu pada penggunaan lahan dataran alluvial air payau.

Flooding is not something foreign or strange thing for the citizens of Indonesia. Flooding is a natural phenomenon that is very common in Indonesia. Increasing the intensity of flood events is not just happening in the region often hit by floods alone but has spread to the surrounding area. Kemuning time experiencing silting plus the impact of tides cause flooding that almost always come every year result in losses. The availability of data and information that is offset by processing the data into information area can be done with a geographical information system (GIS). GIS application used to simplify a symptom, problem or phenomenon being studied, so that through the simplification of all the components involved considered along with the relationship between them obviously very aesthetically and can be analyzed to provide problem-solving (Coucleus, 2003). In the Eastern District of Sampang Madura Jawwa especially in watershed Kemuning obtained five classes of vulnerability flooding, ranging from the very low, low, medium, high, very high. Views of flood vulnerability maps in large persebarannya.Sebagian frequent flooding in downstream areas, namely on alluvial land use brackish water.

Kata Kunci : Banjir, kerentanan banjir, metode skoring, Sistem Informasi Geografi (SIG), peta


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.